PENDIDKAN DI JEPANG
Pendidikan sangat penting di jepang. Kebanyakan murid-murid memulai sekolah mereka dengan memasuki Taman Kanak-kanak, walaupun hal ini bukan merupakan keharusan. Jenjang pendidikan formal di mulai pada tingkat Shougakko(SD), dan tingkat Chugakko (SMP). Setelah itu para lulusan kemudian melanjutkannya ketingkat koukou (SMA). Walaupun koukou bukan keharusan, tapi sebanyak 94% lulusan chugakkou meneruska ke tingkat ini. setelah lulus dari koukou biasanya para murid diberikan dua pilihan. Yaitu melanjutkan pendidikan ke univesitas selama empat tahu atau lembaga-lembaga pendidikan yang menawarkan pendidikan dengan jangka waktu yang lebih pendek. Sekitar satu sepertiga para lulusan menengah ke atas melanjutkan sekolah mereka ke Universitas.
Pendidikan di jepang dari tingkat Shougakko(SD), dan tingkat Chugakko (SMP) tidak dipungut biaya apapun dari para murid nya termasuk buku-buku sekolah. Hanya koukou (SMA) yang di pungut biaya pendidikan.
Para pelajar di jepang umumnya bersekolah dari hari senin sampai jumat. Menurut peraturan pemerintah, hari sekolah selama satu tahun sebanyak 210 hari, tapi umumnya sekolah menambahkan 30 hari selama setahun untuk kegiatan di luar kurikulum sekolah. Seperti, festifal sekolah, pertemuan olah raga dan pertemuan-pertemuan lainnya.
Setelah perang Dunia ke-II berakhir, Jepang membagi pendidikan mereka yang hampir sama dengan sistem pendidikan di indonesia. 6 tahun sekolah dasar, 3 tahun sekolah menengah pertama, dan tiga tahun sekolah menengah atas.
Awal semester pertama dimulai pada bulan april dengan 3 semester yang dipisahkan dengan liburan musim semi, di musim dingin dan liburan panjang di musim panas.
Sistem ujian juga selalu di lakukan oleh jepang. Dan biasanya ujiannya ini sangat sulit dan ketat. Untuk lulus dari ujan para pelajar jepang mengikuti kursus persiapan ujian setelah sepulang sekolah. Kurus persiapan ujian yang dikenal dengan nama Jukusangat populer di jepang. Hampir sebagian besar pelajar ikut di persiaan ujian in demi mendapatkan nilai yang sempurna.
SEJARAH PENDIDIKN JEPANG
Pendidikan formal di jepang, di adopsi dari kebudayaan cina di abad ke-6. Selama jaman Edo (1603-1867). Para daimyo (Penguasa wilayah) bersaing untuk meraih tigkat tertinggi di dunia pendidikan demi mendapatkan kekuasaan dalam mengatur negara. Sejak kekuasaan mereka tidak berpengaruh sepanjang peperangan, mereka kemudian berkompetisi di lapangan ekonomi.
Pendidikan juga dianggap perlu bagi para elit samurai. Mereka bukan saja belajar strategi militer tapi juga dalam seni bela diri dan ilmu hitung-menghitung.Kalangan bangsawan juga merasa pendidikan perlu untuk di pelajari, demi kelancaran bisnis meka.
Diakhir jaman Edo, 90% pria dan 20% wanita terdaftar ikut mengambil pendidikan secara formal. Walaupun jepang terisolasi dari luar negri, tapi para shogun yang berkuasa tetap membeli buku-buku pelajaran dari cina dan eropa demi menambah wawasan bangsa jepang.
Saat jepang membuka dirinya di jaman Restorasi Meiji, pendidikan jepang semakin kuat dan lebih modern. Pemerintah bahkan memajukan standar pendidikan mereka dengan mengirimkan para pelajar yang memiliki prestasi untuk bersekolah di luar negri. Bukan itu saja, pertukaran pelajar (Yatoi Gaikokujin) juga di lakukan untukmemberikan pandangan berbeda bagi pelajar-pelajar jepang.
Di tahun 1890 hanya 20 tahun sejak negara jepang membua dirinya terhadap negara lain, jepang sudah memiliki pendidikan dengan standar tinggi dan bertehnologi barat tetapi tetap berjiwa jepang.
JENJANG PENDIDIKAN JEPANG
1. Yochien (Taman Kanak-kanak)
2. Shougakko (SD)
3. Chugakko (SMP)
4. koukou (SMA)
5. Sekolah paruh waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar